Kisah Inspiratif Bersama Mulla Nasruddin

Mulla Nasruddin kena PHK. Tetapi ia tidak duduk diam. Ia menyewa kios di Pasar Induk dan mulai berjualan bawang Bombay. Karena tidak bisa melanjutkan sekolah, anaknya yang berusia 13 tahun ikut membantunya.
Waktu itu, bisnis Mulla belum mantap. Ia masih belum menemukan selanya. Pasokan bawangnya lewat 2-3 tangan, sehingga ia tidak kompetitif. Sekali waktu, anaknya minta dibelikan nasi campur. “Berapa harganya?” tanya Mulla.
“Delapan ribu untuk satu porsi, Yah”, jawab anaknya.
“Mahal, mahal sekali. Nanti di rumah, minta mama yang memasak”. Mulla Nasruddin mulai menghitung: dengan uang Rp 8.000, ia bisa membeli sayur untuk dua hari.
Setelah bisnisnya sudah mantap, suatu hari Mulla menegur anaknya, “Nak, sekarang kau tidak pernah minta dibelikan nasi campur lagi”.
“Kata ayah mahal”. Si anak masih ingat komentar ayahnya.
“Oh itu dulu. Lain dulu, lain sekarang. Dulu kita tidak punya uang. Delapan ribu rupiah sangat berharga. Sekarang kita punya uang, apalah arti Rp 8.000? Belilah nak, belilah nasi campur itu. Beli dua porsi, ayah juga mau makan nasi campur”. Mulla Nasruddin memang bijak!
Kalau kita sedang miskin, nasi kecap pun jadi. Jangan macam-macam. Kalau sedang punya uang, ya jangan pelit! (http://yanthomoda.mywapblog.com/)

Komentar

  1. Kalau ada uang mending di tabung di www.car3inetworks.com/?reg=krw
    Atau di FWD www.myfwdsprint.wordpress.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Eramuslim

Postingan Populer