Pelatihan Manajemen Masjid, Agar Jamaah Subuh=Jumat
“Membayar pun kami rela, tidak rugi kami jauh jauh mengikuti pelatihan Manajemen Masjid ini.” Begitulah salah satu komentar Muzakki, seorang pengurus Masjid Baiturrahman Juwingan, Surabaya ketika menjadi peserta Pelatihan Manajemen Masjid di Masjid Jogokariyan Yogyakarta (10-12/5). Pelatihan yang dihelat Bidang Dakwah dan Masjid YDSF merupakan kali ketiga setelah pelaksanaan edisi 2010 dan 2011 lalu. Sebanyak 73 orang dari berbagai kota di Jawa timur untuk diundang menjadi peserta pelatihan ini. Mereka terdiri para dai, pengurus/takmir dan imam masjid di lingkungannya masing-masing.
Pelatihan ini diadakan untuk membekali wawasan baru bagi para dai, imam maupun para takmir masjid dalam mengelola dan memakmurkan masjid. Mengapa harus di Masjid Jogokariyan Yogyakarta? Menurut Ainur Rohim, Manajer Bidang Dakwah & Masjid, Jogokariyan cukup sukses mengelola dan memakmurkan Masjid.
“Jamaah shalat Subuhnya hampir menyamai Shalat Jumat. Belum lagi maraknya kegiatan masjidnya. Saking ramainya, sampai-sampai ada 30 lebih bidang yang ada di struktur organisasi masjid. Hebatnya lagi, semua bidang itu tetap aktif, tidak sekadar tercantum namanya. Mulai kegiatan jamaah bapak, ibu, remaja, keluarga muda hingga anak-anak,” paparnya.
Para peserta mendapat materi pengelolaan masjid dari para pengurus Masjid Jogokariyan antara lain Urgensi Silabus Materi Khutbah dan Ceramah serta Tekhnik Penyusunannya (oleh Ustadz Salim A. Fillah); Urgensi, Peran, dan Fungsi Masjid pada Masa Rasul (oleh Ustadz Suhariyanto); Pengalaman Masjid Jogokariyan dalam Mengelola Masjid (oleh Ustadz M. Subban Rizali Noor); dan Langkah-langkah Pemakmuran Masjid dan Penanganan Krisis Masjid (oleh Ustadz M. Jazir, ASP). Bagi yang penasaran dengan masjid Jogokariyan, bisa membuka situsnya di http://masjidjogokariyan.com/
Di akhir pelatihan, peserta dikelompokkan menjadi beberapa regu diskusi. Dalam diskusi tersebut dapat terlihat bagaimana kebiasaan mereka ketika musyawarah. “Ada yang terlihat mendominasi, ada juga yang manut saja,” ungkap Ainur. “Mudah-mudahan nantinya ada penambahan wawasan serta terkikisnya penyakit yang sering menjangkiti pengurus masjid kita seperti jebakan ashabiyah (fanatik golongan tertentu, Red.),” tutur alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menandaskan.(naskah inoor foto ikak).{http://www.ydsf.org/}
Komentar
Posting Komentar