Pengelolaan Manajemen Masjid di Indonesia Belum Tertata Baik
Masjid
sebagai institusi pemberdayaan umat yang paling efektif selama ini belum
ditempuh dengan manajemen yang professional dimana masjid menjadi bagian untuk
memecahkan problem - problem kebangsaan dan keumatan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon , Ahmad Yani, M.Ag usai kegiatan Workshop Penguatan Manajemen dan Fikih Imam/Khotib Masjid bagi pengurus masjid , Ponpes dan Madrasah se Kota Cirebon di Gedung Islamic Centre Kota Cirebon, Kamis (18/12/2014).
Dikatakan, potensi masjid di Indonesia sangat luar biasa namun masih perlu penguatan manajemen kapasitas kepengurusan yang ditingkatkan.
"Pengurus masjid yang selalu dekat dengan masyarakat dilapisan bawah memiliki letak yang sangat signifikan untuk bagaimana memberdayakan masjid sehingga lebih berdaya dan berefek positif terhadap pemberdayaan jamaah masjid yang secara alami mereka datang beribadah tetapi disentuh dengan manajemen yang baik itu akan menjadi pembelajaran pemberdayaan yang efektif,"ungkap Ahmad.
"Kita juga mempunyai pengalaman menarik juga dari muhibah kami di Malaysia dan negara-negara lain terkait manajemen mesjid ternyata luar biasa potensi mesjid di Indonesia,tinggal bagaimana sekarang ada penguatan manajemen kapasitas kepengurusannya dan tentunya support dari pemerintah daerah.Kalau kemudian hal ini terjadi maka dalam waktu 5, 10 , 12 sampai 15 tahun kedepan Insya Allah perubahan yang dirasakan oleh umat kearah yang lebih baik akan terjadi," sambung Ahmad.
Sementara Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon, H.Sahrudin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon karena telah sesuai dengan tujuan DMI.
"Dewan Masjid Indonesia itu harus betul-betul terorganisir sebaik-baiknya sehingga masjid itu ada beberapa hal tujuan DMI itu adanya idharoh, adanya imaroh dan adanya riayah. Idharoh itu manajemen supaya tidak tumpang tindih tapi tupoksinya yang jelas , kedua imaroh adalah sebagai penyiar atau imam/ulama sehingga betul- betul terarah dan termotivasi pada kegiatan, sedangkan riayah kaitanya bagaimana suasana masjid, arsiteknya , kenyamanan dan keindahan supaya masjid tidak kelihatan kumuh," jelas Sahrudin.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, H. Yasin mengatakan insiatif yang digagas sangat baik untuk sarana menimba ilmu dan pengalaman bagi para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
"Diharapkan para DKM akan menimba ilmu dan pengalaman dari masing-masing DKM yang satu dengan lain sehingga mereka akan mau dan bisa menghasilkan DKM berkualitas apalagi acaranya diselenggarakan di At Taqwa Centre karena bisa dicontoh masjid yang bagus di Kota Cirebon yang di At Taqwa ini,"ujar Yasin.
Workshop Penguatan Manajemen dan Fikih Imam/Khotib Masjid berlangsung sehari diikuti 200 orang utusan DKM se Kota Cirebon dengan materi manajemen masjid, peran pemerintah dalam pembinaan masjid serta fikih imam/khotib.(http://rri.co.id)
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon , Ahmad Yani, M.Ag usai kegiatan Workshop Penguatan Manajemen dan Fikih Imam/Khotib Masjid bagi pengurus masjid , Ponpes dan Madrasah se Kota Cirebon di Gedung Islamic Centre Kota Cirebon, Kamis (18/12/2014).
Dikatakan, potensi masjid di Indonesia sangat luar biasa namun masih perlu penguatan manajemen kapasitas kepengurusan yang ditingkatkan.
"Pengurus masjid yang selalu dekat dengan masyarakat dilapisan bawah memiliki letak yang sangat signifikan untuk bagaimana memberdayakan masjid sehingga lebih berdaya dan berefek positif terhadap pemberdayaan jamaah masjid yang secara alami mereka datang beribadah tetapi disentuh dengan manajemen yang baik itu akan menjadi pembelajaran pemberdayaan yang efektif,"ungkap Ahmad.
"Kita juga mempunyai pengalaman menarik juga dari muhibah kami di Malaysia dan negara-negara lain terkait manajemen mesjid ternyata luar biasa potensi mesjid di Indonesia,tinggal bagaimana sekarang ada penguatan manajemen kapasitas kepengurusannya dan tentunya support dari pemerintah daerah.Kalau kemudian hal ini terjadi maka dalam waktu 5, 10 , 12 sampai 15 tahun kedepan Insya Allah perubahan yang dirasakan oleh umat kearah yang lebih baik akan terjadi," sambung Ahmad.
Sementara Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Cirebon, H.Sahrudin mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pengurus At-Taqwa Centre Kota Cirebon karena telah sesuai dengan tujuan DMI.
"Dewan Masjid Indonesia itu harus betul-betul terorganisir sebaik-baiknya sehingga masjid itu ada beberapa hal tujuan DMI itu adanya idharoh, adanya imaroh dan adanya riayah. Idharoh itu manajemen supaya tidak tumpang tindih tapi tupoksinya yang jelas , kedua imaroh adalah sebagai penyiar atau imam/ulama sehingga betul- betul terarah dan termotivasi pada kegiatan, sedangkan riayah kaitanya bagaimana suasana masjid, arsiteknya , kenyamanan dan keindahan supaya masjid tidak kelihatan kumuh," jelas Sahrudin.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, H. Yasin mengatakan insiatif yang digagas sangat baik untuk sarana menimba ilmu dan pengalaman bagi para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
"Diharapkan para DKM akan menimba ilmu dan pengalaman dari masing-masing DKM yang satu dengan lain sehingga mereka akan mau dan bisa menghasilkan DKM berkualitas apalagi acaranya diselenggarakan di At Taqwa Centre karena bisa dicontoh masjid yang bagus di Kota Cirebon yang di At Taqwa ini,"ujar Yasin.
Workshop Penguatan Manajemen dan Fikih Imam/Khotib Masjid berlangsung sehari diikuti 200 orang utusan DKM se Kota Cirebon dengan materi manajemen masjid, peran pemerintah dalam pembinaan masjid serta fikih imam/khotib.(http://rri.co.id)
Komentar
Posting Komentar