Bingkisan Lebaran untuk Para Da’i dan Marbot Masjid

Suatu hari usai shalat di Masjid Nabawi Madinah, Rasulullah SAW tampak kehilangan sesuatu. Pandangan matanya menyapu sekeliling masjid. Tak ditemukan, beliau lantas bertanya kepada para shahabatnya perihal seorang nenek yang biasa membersihkan Masjid Nabawi.

‘’Oooh, ia sudah meninggal,’’ kata seorang shahabat. Mendengar kabar ini, Nabi kelihatan gusar. “Kenapa kalian tidak memberitahuku?” katanya menyesal.
Shahabat menjelaskan bahwa nenek itu meninggal pada malam hari, dan mereka tidak ingin mengganggu Nabi dengannya. Rasulullah SAW masygul mendengarnya. Ia tampak kehilangan sekali dengan kepergian nenek tua itu.
Kelak, Pendiri Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia DR Mohammad Natsir menjelaskan, seorang marbot masjid juga adalah seorang da’i atau da’iyah, karena pekerjaannya memfasilitasi aktivitas da’wah. Dan, seperti dinyatakan dalam Al Qur’an, siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru ke jalan Allah, beramal sholeh, dan beriman kepada Allah.
Keteladanan Nabi SAW itulah yang melatari LAZIS Dewan Da’wah membuat Program Pembagian Hadiah Baju Lebaran. Program ini bermaksud mengajak masyarakat untuk saling berbagi kebahagiaan dengan para da’i dan marbot masjid jelang Idul Fitri.
Program ini mempersembahkan bingkisan berupa baju koko, kain sarung serta peci, agar da’i dan petugas marbot tampil lebih segar saat Idul Fitri.
Salah satu penerimanya adalah Abah Inan, merbot Masjid Al I’tishom, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Abah selama ini setia standby di masjid terutama jelang waktu adzan. “Maklum lah, kadang-kadang barudak sok lalulumpatan, jadi teras masjid teh gampang kotor, kudu dicarek (Maklumlah anak-anak suka lari-lari di masjid, jadi harus diawasi supaya teras masjid gak kotor),” tutur Abah sesaat menunggu adzan Ashar tiba pada Ahad, 13 Juli lalu.
Sehari-hari, Abah menyapu dan mengepel lantai masjid. Ia yakin yang dilakukannya termasuk ibadah yang akan membuahkan pahala, meskipun kebanyakan orang tidak menganggap penting pekerjaannya.
Maka, Abah cukup terkejut tatkala menerima bingkisan Lebaran dari donatur LAZIS Dewan Da’wah.
“Alhamdullillah, Abah mah nganuhunkeun pisan. Ieu mah meni leuwih ti cukup, Insya Allah manfaat pisan (Alhamdulillah, Abah sangat berterimakasih. Ini lebih dari cukup, insya Allah sangat bermanfaat bagi Abah),” katanya penuh haru sampai setengah terisak ketika menerimanya.
Emak Isah, istri Abah, beserta keempat cucunya, turut bahagia karena menerima bingkisan sembako berisi macam-macam kebutuhan sehari-hari yang biasanya hanya bisa mereka pandangi di layar televisi.
Seperti Abah, Ustadz Bey Hanafi dan Ustadz Sulaiman juga merasa bahagia menerima bingkisan Lebaran. ‘’Alhamdulillah, beta mantap memakai ini untuk jadi khatib sholat Ied,’’ cetus Ustadz Sulaiman, Da’i Dewan Da’wah asal Maluku yang kini bertugas di Desa Tambang Ayam, Anyer, Banten.
Hal yang sama dikemukakan Ustadz Bey, yang mengaku pernah meminta baju batik yang dikenakan Ketua Umum Dewan Da’wah KH Syuhada Bahri sebagai kenag-kenangan.
“Ana ucapkan terimakasih kepada para muhsinin yang telah memberikan hadiah ini lewat LAZIS Dewan Da’wah. Semoga pahala berdakwah memakai busana ini juga mengalir buat mereka,’’ tutur Ustadz Bey.
(http://www.kiblat.net/)

Komentar

Eramuslim

Postingan Populer