Lima Masjid Bersejarah di Jabar yang Masih Berdiri
Pemprov Jabar berencana membuat enam masjid fenomenal yang diharapkan menjadi sejerah baru. Hal tersebut akan menambah deretan masjid-masjid bersejarah di Jabar. Inilah lima masjid bersejarah di Jabar yang hingga kini masih berdiri:
1. Masjid Raya Bandung
Masjid baru ini menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda. Pada saat Konfrensi Asia-Afrika pada tahun 1955, Mesjid ini menjadi tempat beribadahnya peserta konfrensi yang beragama Islam.
2. Mesjid Manonjaya, Tasikmalaya
Mesjid Manonjaya yang dibangun pada tahun 1832 berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Sukapura dan proses berdirinya Ibukota Tasikmalaya.
3. Masjid Besar Tegal kalong, Sumedang
Masjid pusaka yang dibangun oleh R. Suriadiwangsa sekitar tahun 1600-an ini memiliki ukuran 22 x 8 m. Ruang utamanya dilengkapi dengan pintu-pintu dan jendela-jendela. Masjid ini beratap tumpang yang disangga empat tiang utama atau saka guru dengan puncaknya dilengkapi dengan mustaka.
Masjid Besar Tegal kalong, Sumedang
Tegal Kalong dalam sejarah Sumedang merupakan ibu kota Kerajaan Sumedanglarang setelah dipindahkan dari Dayeuh Luhur pada tahun 1600-an berbarenan dengan pembangunan masjid. Pemindahan ini terjadi pada waktu R. Suriadiwangsa menggantikan ayahnya, Prabu Geusan Ulun. Setelah Kerajaan Sumedanglarang menjadi daerah kekuasaan Mataram Islam, tempat ini oleh R. Suriadiwangsa dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang.
4. Masjid Cipari Wanaraja, Garut
Mesjid ini didirikan pada masa Kolonial Hindia Belanda, tepatnya tahun 1936. Pendirinya adalah K.H. Yusuf Taudziri. Mesjid ini selain berfungsi sebagai mesjid dan pesantren.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon
Untuk memudahkan penyebaran agama Islam, para wali mendirikan masjid bagi masyarakat Cirebon. Masjid ini diberi nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa, didirikan pada tahun 1498 M. ‘Sang’ artinya keagungan, ‘cipta’ artinya yang dibangun dan ‘rasa’ artinya digunakan. Secara arsitektur, masjid ini bercorak seperti candi Hindu. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar di mana agama dan budaya Hindu masih kental di Cirebon saat abad 15 itu. [http://www.inilahkoran.com/]
1. Masjid Raya Bandung
Masjid baru ini menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda. Pada saat Konfrensi Asia-Afrika pada tahun 1955, Mesjid ini menjadi tempat beribadahnya peserta konfrensi yang beragama Islam.
2. Mesjid Manonjaya, Tasikmalaya
Mesjid Manonjaya yang dibangun pada tahun 1832 berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Sukapura dan proses berdirinya Ibukota Tasikmalaya.
3. Masjid Besar Tegal kalong, Sumedang
Masjid pusaka yang dibangun oleh R. Suriadiwangsa sekitar tahun 1600-an ini memiliki ukuran 22 x 8 m. Ruang utamanya dilengkapi dengan pintu-pintu dan jendela-jendela. Masjid ini beratap tumpang yang disangga empat tiang utama atau saka guru dengan puncaknya dilengkapi dengan mustaka.
Masjid Besar Tegal kalong, Sumedang
Tegal Kalong dalam sejarah Sumedang merupakan ibu kota Kerajaan Sumedanglarang setelah dipindahkan dari Dayeuh Luhur pada tahun 1600-an berbarenan dengan pembangunan masjid. Pemindahan ini terjadi pada waktu R. Suriadiwangsa menggantikan ayahnya, Prabu Geusan Ulun. Setelah Kerajaan Sumedanglarang menjadi daerah kekuasaan Mataram Islam, tempat ini oleh R. Suriadiwangsa dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang.
4. Masjid Cipari Wanaraja, Garut
Mesjid ini didirikan pada masa Kolonial Hindia Belanda, tepatnya tahun 1936. Pendirinya adalah K.H. Yusuf Taudziri. Mesjid ini selain berfungsi sebagai mesjid dan pesantren.
5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon
Untuk memudahkan penyebaran agama Islam, para wali mendirikan masjid bagi masyarakat Cirebon. Masjid ini diberi nama Masjid Agung Sang Cipta Rasa, didirikan pada tahun 1498 M. ‘Sang’ artinya keagungan, ‘cipta’ artinya yang dibangun dan ‘rasa’ artinya digunakan. Secara arsitektur, masjid ini bercorak seperti candi Hindu. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar di mana agama dan budaya Hindu masih kental di Cirebon saat abad 15 itu. [http://www.inilahkoran.com/]
Komentar
Posting Komentar