PESANTREN PUTRI GONTOR
Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor, terletak lebih kurang
100 km dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo atau 32 km sebelah
barat kota Ngawi, tepatnya di desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi.
Aktifitas santriwati Gontor Putri yang mempunyai luas 6 ha. ini
diorientasikan pada pembentukan sosok wanita muslimah, sholihah dan
wanita serba teladan.
Sejarah Berdiri dan Perkembangannya.
Berdasarkan amanat TRIMURTI Pondok Modern Darussalam Gontor dan
keputusan Sidang Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor dalam
sidangnya yang ke-25 pada tanggal 7 – 8 Rabiul Awwal 1411, Pimpinan
Pondok Modern Darussalam Gontor membuka Pesantren Putri mulai tahun
ajaran 1410 – 1411 di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi , Jawa Timur.
Pendirian pesantren ini juga didukung oleh adanya usulan para peserta
silaturrahim Kyai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya
pada bulan Muharram 1410, dan usulan Musyawarah Besar (MUBES) IKPM V di
Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 16 – 17 Rabiul Tsani 1409
H.
Sebagai persiapan pembukaan pesantren putri tersebut diadakanlah
beberapa kegiatan, antara lain: pembangunan gedung dan sarana yang
diperlukan, dimulai tanggal 26 September 1988, penyelenggaraan pesantren
kilat bekerja sama dengan Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan
Masyarakat (PLMPM) bagi para siswa SLTP/SLTA, tanggal 24 – 31 Desember
1989, penetapan Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah
(KMI), para pendidik dan pengajarnya, pengadaan Pesantren Ramadan Khusus
Putri pada tahun 1410, dan terakhir adalah pembukaan pendaftaran santri
baru pada bulan Syawal 1410.
Pada tanggal 6Dzulqo’dah 1410 / 31 Mei 1990, Pesantren Putri
Pondok Modern Darussalam Gontor diresmikan pembukaannya oleh Menteri
Agama Republik Indonesia, H. Munawir Syadzali, M.A. Dalam acara
peresmian tersebut turut hadir Duta Besar Republik Arab Mesir, Atase
Kebudayaan Mesir, Direktur LIPIA Jakarta, para undangan dari jajaran
Departemen Agama R.I., pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dan
keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.
Tepat tanggal 10 Syawwal 1410, pendaftaran santriwati baru
mulai dibuka. Pada awal berdirinya, Pesantren Putri Pondok Modern
Darussalam Gontor menerima santriwati sebanyak 298 siswi dari 308
pedaftar, dan melibatkan 18 tenaga pengajar yang berfungsi sekaligus
sebagai pengasuh dan pembimbing di dalam asrama pondok. Dalam
perkembangan selanjutnya Pondok Pesantren Putri membutuhkan tambahan
bangunan untuk asrama dan kelas sehingga mampu menerima jumlah
santriwati yang lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya.
Seluruh kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mengacu
kepada kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor secara penuh.
Namun, itu tidak berarti menutup kemungkinan wujudnya kreatifitas dan
inovasi yang muncul dari pengelolanya, terutama berkaitan dengan hal-hal
yang bersifat teknis-praktis, bukan prinsip.
Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI)
Sistem pendidikan di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri
sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam
Gontor; baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian
pula berbagai aktivitas dan program-programnya. Direktur KMI putri saat
ini adalah KH. Sutadji Tajuddin, MA
Pengasuhan Santriwati
Di luar kelas santriwati mendapat bimbingan, pengajaran, dan
pengembangan diri secara intensif oleh Pengasuhan Santriwati yang
bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang
meliputi keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga,
ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, nisaiyat, dan berbagai aktifitas
keputrian lainnya. Bagian ini ditangani oleh seorang pengasuh, yaitu DR.
KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, dibantu oleh beberapa staf yang
terdiri dari guru-guru KMI.
Berbagai aktivitas ini, dengan beberapa modifikasi dan inovasi, juga
mengacu kepada aktivitas yang diselenggarakan oleh Pengasuhan Santri di
Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu saja dengan beberapa penyesuaian
untuk santri putri. (http://www.gontor.ac.id)
Komentar
Posting Komentar