BMT Mitra Simalem Al-Karomah
Sejarah
Berbagai tantangan untuk mewujudkan keberadaan lahirnya BMT di Berastagi, ternyata bukanlah suatu hambatan yang menyebabkan BMT gagal berdiri di tengah-tengah masyarakat Berastagi, justru karena hambatan itu pula menjadi motivasi bagi tenaga muda untuk terus mewujudkan satu Cita-cita yang mulia. Dengan ketegaran yang dibarengi ilmu setelah mengikuti pelatihan di Pinbuk SU, para tenaga muda ini berhasil mendirikan BMT yang saat itu di beri nama BMT Al-Karomah Berastagi pada tahun 1997. Sejak awal BMT ini memang digagas untuk memberikan bantuan bagi kalangan ekonomi rendah yang sebelumnya banyak terjerat dalam lingkaran modal dan kemiskinan, apalagi dengan kondisi dimana umat Islam di Berastagi adalah Minoritas dan rata-rata adalah warga pendatang yang usahanya adalah wiraswasta Satu hal yang unik dari BMT ini adalah sejak awal berdiri sampai saat ini digagas dan dikelola oleh hampir semuanya kaum hawa, namun dalam perjalanannya hal ini bisa merupakan suatu kelebihan dalam pengelolaan kinerja di BMT. Sejak berdiri tahun 1997 sampai 2003 BMT Al-Karomah mengalami banyak sekali permasalahan, setelah berhasil berdiri dengan modal awal Rp. 2.500.000.- BMT ini terus dilanda masalah internal dan eksternal. Permasalahan yang tidak kunjung selesai dan melihat semangat yang cukup besar dari semua perintis ini menggugah hati beberapa Tokoh untuki ikut membantu menyelesaikannya, maka pada saat itu diadakan musyawarah, bagaimana bukan hanya menyelesaikan masalah tetapi menatap BMT kedepan supaya lebih baik. Dari hasil musyawarah, diambillah langkah-langkah perubahan yang cukup signifikan, diantaranya perubahan struktur kepengurusan dan sistem pengelolaan. Tepat pada bulan November 2003, diangkatlah kepengurusan baru serta Manager baru, yang kebetulan pada saat itu untuk Manager dipercayakan kepada Hoironi Hasibuan. Perubahan terus dilakukan oleh Manager, termasuk yang sangat mutlak adalah perubahan Nama, yaitu dari BMT Al-Karomah diubah menjadi BMT Mitra Simalem Al-Karomah. Begitu juga dengan sistem Administrasi maupun sistem pendekatan ke Anggota/calon Anggota terus dirubah, dan akhirnya sampai saat ini BMT bisa menunjukkan andil dan perannya bahkan dapat dikatakan peran yang cukup besar dalam pembinaan Ekonomi umat atau masyarakat, khususnya di daerah Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe.Tepat pada bulan November 2003, diangkatlah kepengurusan baru serta Manager baru, yang kebetulan pada saat itu untuk Manager dipercayakan kepada Hoironi Hasibuan. Perubahan terus dilakukan oleh Manager, termasuk yang sangat mutlak adalah perubahan Nama, yaitu dari BMT Al-Karomah diubah menjadi BMT Mitra Simalem Al-Karomah. Begitu juga dengan sistem Administrasi maupun sistem pendekatan ke Anggota/calon Anggota terus dirubah, dan akhirnya sampai saat ini BMT bisa menunjukkan andil dan perannya bahkan dapat dikatakan peran yang cukup besar dalam pembinaan Ekonomi umat atau masyarakat, khususnya di daerah Kecamatan Berastagi dan Kecamatan Kabanjahe. Program dan rencana kerja untuk membenahi dan meningkatkan kinerja BMT terus dilakukan termasuk menggandakan untuk membuka 2 cabang BMT di Tanah Karo yaitu di kecamatan Kabanjahe dan Tiga Binanga. Misi dan Visi pertama yang dilakukan adalah bagaimana membuat BMT bisa memberikan manfaat ditengah-tengah masyarakat. Pada saat itu BMT tidak memperdulikan apa yang diberi masyarakat, tapi apa yang bisa diberikan BMT untuk perbaikan yang bisa langsung menyentuh masyarakat termasuk penghimpun dana yang pada saat itu boleh dikatakan secara individu atau tidak mengharapkan simpanan. Alhamdulillah.. cara ini ternyata cukup berhasil hanya dalam tempo 5 bulan, masyarakat mulai melirik BMT sebagai Alternatif Simpanan dan pembiayaan, dan pada fase ini BMT mulai melirik agar masyarakat mau menyimpan uangnya di BMT.Jika di bandingkan dengan keberadaan saat ini sudah sangat wajarlah. Kalau para kaum hawa yang masih muda-mudi (remaja) disebut sebagai Ibu BMT di Tanah Karo. Bagaimana tidak, di daerah yang minoritas mereka berjuang memperkenalkan satu lembaga baru yang umat Islam sendiripun masih belum mengerti apa itu BMT. Pemasalahan yang dihadapi juga cukup berat tetapi mereka masih berani mempertahankan keberadaan BMT. (http://bmtmitrasimalem.com)
Komentar
Posting Komentar