Menasehati Pemimpin

Oleh Jarjani Usman
Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, AAgama adalah nasehat. Lantas para sahabat bertanya, Untuk siapa ya, Rasulullah? Beliau menjawab, AUntuk Allah, kitab kitabNya, Rasulnya, serta untuk para pemimpin dan kaum muslimin (HR. Muslim).
Pemimpin juga manusia yang tak luput dari kekurangan atau kesilapan, sebagaimana diakui oleh Sayyidina Abu Bakar r.a. Sehingga beliau pernah berkata, ASaudara saudara, aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik di antara kalian. Untuk itu, jika aku berbuat baik, bantulah aku, dan jika aku berbuat salah, luruskanlah aku. Bila semua pemimpin yang menyadari hal ini, akan menerima nasehat agar bisa memurnikan kepemimpinannya.
Idealnya, menasehati pemimpin adalah dengan lemah lembut. Termasuk di antaranya dengan memberitahukan pemimpin tentang hak hak rakyat, baik yang telah mereka janjikan maupun yang sepatutnya diberikan. Apalagi tidak semua lapisan masyarakat mampu menyuarakan kepentingannya.
Namun sayangnya di zaman sekarang, sebahagian pemimpin lebih cenderung menerima dan menuruti pesan pesan dari golongannya. Sehingga yang lebih terpenuhi adalah pesan atau kepentingan golongan. Hal ini dengan sendirinya memunculkan ketidak adilan dalam masyarakat.

Komentar

Eramuslim

Postingan Populer