Populerkan Bedug Kayu, Langganan Masjid Istiqlal
Kualitas
pembuatan beduk milik Kharisma ternyata berbuah manis. Tahun 2011 lalu kreatifi
tas beduk itu dipakai juga oleh pengurus masjid Istiqlal Jakarta. Mereka
dipercaya membuat beduk masjid dari bahan kayu.
Tahun 2011
lalu, usaha milik Sopyan Hadi ini pernah dipanggil untuk membuat beduk kayu di
Masjid Istiqlal. Beduk itu dikerjakan sebanyak 11 orang dengan lama pekerjaan
selama empat hari. Seperti biasa agar mutu beduk menjadi bagus, para pekerja di
wokshop Kharisma ini menjadikan kulit sapi sebagai bahan bakunya.
“Kami
mengerjakan beduk Majid Istiqlal berukutan 1 meter x 25 centimeter. Tetap
bahannya kami mamakai kulit sapi agar kualitasnya kuat,” kata pengelola usaha
Kharisma, Sopyan Hadi kepada indopos.co.id.
Sopyan
menambahkan, dirinya tak mengetahui apabila diberikan kesempatan untuk membuat
beduk di masjid terbesar se Asia Tengara ini. Karena menurut dia, selama
menjalankan usaha itu, dirinya hanya mempromosikan dari mulut ke mulut.
Sehingga kecil kemungkinan apabila menjadi pilihan pengelola masjid
Istiqlal.“Kami sangat bangga menjadi pengrajin beduk yang dipercaya oleh
pengelola masjid Istiqlal,” ucapnya.
Sejauh ini
penjualan beduk yang dilakukan Sopyan hanya melayani sampai Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang, dan Bekasi. Belum ada pemesanan langsung dari pulau Jawa.
Meski begitu, kata Sopyan, para pembeli itu biasanya membawa beduk itu sampai
ke luar daerah. “Kalau yang pesan ke kami cuma di Jabodetabek. Tapi biasanya pesanan
itu baru dibawa ke luar Jawa,” ujarnya.
Jenis beduk
yang paling banyak dipesan kata dia, beduk kayu. Dimana bahan pembuatannya
memakai kayu itu nanti dirangkai berbentuk bulat. Lalu dibagian tengah kayu
dilobangi sesuai dengan ukuran kulit sapi yang dipakainya. Sopyan mengaku,
jenis kayu yang dipakainya pun harus menggunakan kayu yang tidak mudah keropos.
“Ada juga beduk yang pakai gentong, “ jelasnya.
Sopyan
menjelaskan membuat beduk memang susah – susah gampang. Karena kerajinan itu
membutuhkan keuletan sesorang untuk menjadikan beduk itu memiliki suara yang
indah. Menurutnya, ikatan di lingkaran kulit sapi itu juga yang menentukan
suara beduk.“Jadi kalau kurang kencang diikatnya besar kemungkinan suara beduk
itu menjadi kecil,” ujarnya.
Biasanya, kata
Sopyan, pengerjaan untuk satu beduk memakan waktu selama 15 hari, untuk satu
orang yang mengerjakan. Namun, kali ini mengingat pesanan melonjak satu beduk
dikerjakan sebanyak 5 orang sehingga penyelesaiannya menjadi cepat. “Paling
cepat pengerjaannya empat hari kalau dikerjakan lima orang,” tandasnya. (*)
- See more
at:
http://www.indopos.co.id/2015/07/populerkan-bedug-kayu-langganan-masjid-istiqlal.html#sthash.kcVkH6Yt.dpuf
Populerkan Bedug Kayu, Langganan Masjid Istiqlal
2
Google +0
0
0
0
0
BEDUK: Pekerja tengah membuat bedug kayu untuk Hari Raya
Kualitas pembuatan beduk milik Kharisma ternyata berbuah manis.
Tahun 2011 lalu kreatifi tas beduk itu dipakai juga oleh pengurus masjid
Istiqlal Jakarta. Mereka dipercaya membuat beduk masjid dari bahan
kayu.
Deny Iskandar, BEKASI
indopos.co.id – Kualitas beduk yang diproduksi Kharisma memang tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, dari kualitas suara sampai kualitas daya tahan sudah menjadi ciri seluruh produksi usaha Kharisma di Kampung Utan Salak RT 01 RW 05, Desa Kerta Mukti, Cibitung, Kabupaten Bekasi menjadi cibiran para pecintanya.
Tahun 2011 lalu, usaha milik Sopyan Hadi ini pernah dipanggil untuk membuat beduk kayu di Masjid Istiqlal. Beduk itu dikerjakan sebanyak 11 orang dengan lama pekerjaan selama empat hari. Seperti biasa agar mutu beduk menjadi bagus, para pekerja di wokshop Kharisma ini menjadikan kulit sapi sebagai bahan bakunya.
“Kami mengerjakan beduk Majid Istiqlal berukutan 1 meter x 25 centimeter. Tetap bahannya kami mamakai kulit sapi agar kualitasnya kuat,” kata pengelola usaha Kharisma, Sopyan Hadi kepada indopos.co.id.
Sopyan menambahkan, dirinya tak mengetahui apabila diberikan kesempatan untuk membuat beduk di masjid terbesar se Asia Tengara ini. Karena menurut dia, selama menjalankan usaha itu, dirinya hanya mempromosikan dari mulut ke mulut. Sehingga kecil kemungkinan apabila menjadi pilihan pengelola masjid Istiqlal.“Kami sangat bangga menjadi pengrajin beduk yang dipercaya oleh pengelola masjid Istiqlal,” ucapnya.
Sejauh ini penjualan beduk yang dilakukan Sopyan hanya melayani sampai Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Belum ada pemesanan langsung dari pulau Jawa. Meski begitu, kata Sopyan, para pembeli itu biasanya membawa beduk itu sampai ke luar daerah. “Kalau yang pesan ke kami cuma di Jabodetabek. Tapi biasanya pesanan itu baru dibawa ke luar Jawa,” ujarnya.
Jenis beduk yang paling banyak dipesan kata dia, beduk kayu. Dimana bahan pembuatannya memakai kayu itu nanti dirangkai berbentuk bulat. Lalu dibagian tengah kayu dilobangi sesuai dengan ukuran kulit sapi yang dipakainya. Sopyan mengaku, jenis kayu yang dipakainya pun harus menggunakan kayu yang tidak mudah keropos. “Ada juga beduk yang pakai gentong, “ jelasnya.
Sopyan menjelaskan membuat beduk memang susah – susah gampang. Karena kerajinan itu membutuhkan keuletan sesorang untuk menjadikan beduk itu memiliki suara yang indah. Menurutnya, ikatan di lingkaran kulit sapi itu juga yang menentukan suara beduk.“Jadi kalau kurang kencang diikatnya besar kemungkinan suara beduk itu menjadi kecil,” ujarnya.
Biasanya, kata Sopyan, pengerjaan untuk satu beduk memakan waktu selama 15 hari, untuk satu orang yang mengerjakan. Namun, kali ini mengingat pesanan melonjak satu beduk dikerjakan sebanyak 5 orang sehingga penyelesaiannya menjadi cepat. “Paling cepat pengerjaannya empat hari kalau dikerjakan lima orang,” tandasnya. (*)
Deny Iskandar, BEKASI
indopos.co.id – Kualitas beduk yang diproduksi Kharisma memang tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, dari kualitas suara sampai kualitas daya tahan sudah menjadi ciri seluruh produksi usaha Kharisma di Kampung Utan Salak RT 01 RW 05, Desa Kerta Mukti, Cibitung, Kabupaten Bekasi menjadi cibiran para pecintanya.
Tahun 2011 lalu, usaha milik Sopyan Hadi ini pernah dipanggil untuk membuat beduk kayu di Masjid Istiqlal. Beduk itu dikerjakan sebanyak 11 orang dengan lama pekerjaan selama empat hari. Seperti biasa agar mutu beduk menjadi bagus, para pekerja di wokshop Kharisma ini menjadikan kulit sapi sebagai bahan bakunya.
“Kami mengerjakan beduk Majid Istiqlal berukutan 1 meter x 25 centimeter. Tetap bahannya kami mamakai kulit sapi agar kualitasnya kuat,” kata pengelola usaha Kharisma, Sopyan Hadi kepada indopos.co.id.
Sopyan menambahkan, dirinya tak mengetahui apabila diberikan kesempatan untuk membuat beduk di masjid terbesar se Asia Tengara ini. Karena menurut dia, selama menjalankan usaha itu, dirinya hanya mempromosikan dari mulut ke mulut. Sehingga kecil kemungkinan apabila menjadi pilihan pengelola masjid Istiqlal.“Kami sangat bangga menjadi pengrajin beduk yang dipercaya oleh pengelola masjid Istiqlal,” ucapnya.
Sejauh ini penjualan beduk yang dilakukan Sopyan hanya melayani sampai Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Belum ada pemesanan langsung dari pulau Jawa. Meski begitu, kata Sopyan, para pembeli itu biasanya membawa beduk itu sampai ke luar daerah. “Kalau yang pesan ke kami cuma di Jabodetabek. Tapi biasanya pesanan itu baru dibawa ke luar Jawa,” ujarnya.
Jenis beduk yang paling banyak dipesan kata dia, beduk kayu. Dimana bahan pembuatannya memakai kayu itu nanti dirangkai berbentuk bulat. Lalu dibagian tengah kayu dilobangi sesuai dengan ukuran kulit sapi yang dipakainya. Sopyan mengaku, jenis kayu yang dipakainya pun harus menggunakan kayu yang tidak mudah keropos. “Ada juga beduk yang pakai gentong, “ jelasnya.
Sopyan menjelaskan membuat beduk memang susah – susah gampang. Karena kerajinan itu membutuhkan keuletan sesorang untuk menjadikan beduk itu memiliki suara yang indah. Menurutnya, ikatan di lingkaran kulit sapi itu juga yang menentukan suara beduk.“Jadi kalau kurang kencang diikatnya besar kemungkinan suara beduk itu menjadi kecil,” ujarnya.
Biasanya, kata Sopyan, pengerjaan untuk satu beduk memakan waktu selama 15 hari, untuk satu orang yang mengerjakan. Namun, kali ini mengingat pesanan melonjak satu beduk dikerjakan sebanyak 5 orang sehingga penyelesaiannya menjadi cepat. “Paling cepat pengerjaannya empat hari kalau dikerjakan lima orang,” tandasnya. (*)
Komentar
Posting Komentar