3 Masjid Bersejarah di Surabaya
Pekan terakhir puasa biasanya banyak
digunakan oleh sebagian orang untuk makin mendekatkan diri dengan sang
pencipta. Selain beribadah dan tadarus, wisata religi juga bisa
dilakukan. Mulai dari mengunjungi makam-makam para sunan hingga mampir
beribadah di masjid-masjid yang mempunyai sejarah di kota Surabaya.
Masjid Ampel
Dari kejauhan sudah akan terlihat menara
setinggi 30 meter di dekat pintu masuk sisi selatan salah satu masjid
bersejarah di Surabaya ini. Disekitarnya terdapat sumur dan bedug kecil
peninggalan Sunan Ampel, serta 16 tiang setinggi 17 meter yang menyangga
atap masjid seluas 800 meter persegi. Sejak kali pertama dibangun,
Masjid Ampul belum pernah sekalipun direnovasi, dan hingga kini
bangunannya masih kokoh.
Lokasinya berada di wilayah utara
Surabaya, terletak tidak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak yang
merupakan pelabuhan utama di wilayah Indonesia Timur. Melalui armada
rental mobil Surabaya Trinitar, pengunjung Masjid Ampel bisa menempuhnya
kurang lebih 15 menit dari Pelabuhan dan sekitar 4 km dari pusat kota.
Masjid Agung Surabaya
Masjid Agung selalu menjadi jujukan bagi
wisatawan domestik yang ingin tau kemegahannya. Tidak jarang banyak
armada bus, kendaraan pribadi atau bahkan rental mobil Surabaya yang
diparkir di sekitar masjid tersebut karena memang Masjid Agung jarang
sepi dari pengunjung yang ingin beribadah di sana. Konsep dasar
arsitektur masjid ini sebenarnya sederhana, yakni membangun sebuah
masjid yang nyaman dan tidak terikat dengan aliran tertentu. Masjid yang
berdiri diatas tanah seluas 22.300 meter persegi ini salah satu
keistimewaannya adalah penataan ruang yang menghadirkan bentuk bangunan
besar dengan bobot kubah hampir 200 ton tanpa tiang tengah sebagai
penyangga.
Ukiran dan kaligrafi nampak dominan di
setiap sudut masjid bersejarah di Surabaya ini. Begitu masuk masjid,
pengunjung akan disambut 45 pintu ukiran berbahan kayu jati. Pada
serambi masjid terdapat bedug dengan ukiran khusus. Tak hanya itu,
ukiran kaligrafi juga terpampang di dinding, mihrab, relung imam bahkan
di ornamen atas yang penuh dengan kaligrafi Al-Quran sepanjang 180 meter
dengan lebar 1 meter.
Di malam hari, keindahan masjid makin
terpancar karena penerangan yang dayanya mencapai 240 ribu watt. Setiap
menjelang petang, sekeliling Masjid Agung mulai dipadati dengan
warung-warung makanan yang menawarkan wisata kuliner wajib bagi
pengunjung seusai beribadah. Sambil memilah makanan yang akan dipilih,
jasa antar jemput baik perorangan atau kelompok dari Trinitar
rental mobil Surabaya bisa membawa berkeliling masjid.
Masjid Cheng Hoo
Secara arsitektur, Masjid Cheng Hoo
memiliki keunikan tersendiri. Layaknya bangunan khas Tionghoa, maka
warna merah dan kuning emas sangat mendominasi bangunan masjid,
diselingi sedikit warna hijau. Ada yang mengatakan, masjid ini sekilas
mirip seperti klenteng. nama yang dipilih untuk masjid ini adalah Masjid
Muhammad Cheng Hoo. Cheng Hoo adalah salah seorang penyebar agama Islam
yang dakwahnya sampai ke tanah air. Karena keunikan arsitekturnya dan
merupakan masjid pertama dan masjid bersejarah di Surabaya yang berciri
khas Tionghoa, MURI (Museum Rekor Indonesia) menganugerahkan penghargaan
kepada Masjid Muhammad Cheng Hoo tersebut.
Masjid ini mampu menampung sekitar 200
jamaah dengan bangunan utamanya berukuran 99 meter persegi. Biasanya
setiap minggunya masjid ini sering diadakan ceramah yang dihadiri oleh
berbagai rombongan pengajian baik dari dalam atau luar kota. Trinitar sewa mobil Surabaya juga bisa menyediakan beberapa armada untuk membawa rombongan-rombongan pengajian atau menggunakan paket sewa sesuai dengan yang dibutuhkan dalam menjalani wisata religi di salah satu masjid bersejarah di Surabaya ini. (http://www.trinitar.com)
Komentar
Posting Komentar