Kerja di Jalan Allah

Oleh Jarjani Usman
“Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tak terhapus dengan pahala shalat, sedekah atau haji, namun hanya dapat ditebus dengan susah payah mencari nafkah” (HR. Ath-Thabrani).
Saat bekerja, kadangkala banyak orang lupa tujuannya. Tujuannya hanya demi uang. Sehingga kalau sedikit memperoleh uang atau uangnya sudah habis terpotong utang, maka semangat kerja pun memudar. Padahal bekerja, kalau diniatkan untuk kebaikan, juga bernilai ibadah sekaligus bisa menghapus dosa.
Sebagaimana dikisahkan dalam suatu hadits, suatu hari ada beberapa orang sahabat yang melihat seorang pemuda kuat yang sedang giat bekerja. Mereka pun berkomentar tentangnya, “Andai saja ini dilakukan untuk jihad di jalan Allah.”

Nabi SAW lantas menyela mereka dengan sabdanya, “Janganlan kalian berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun, jika ia bekerja untuk riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan” (HR. Thabrani).

Komentar

Eramuslim

Postingan Populer